Etika Guru Dalam Berkomunikasi Penting

KOALISI.co – Etika komunikasi guru dinilai penting, karena berkaitan dengan kredibilitas seorang guru dalam mengajar. Apabila pesan yang disampaikan guru tidak berintegritas, maka makna pesan yang diajarkannya pun akan menjadi bias dan mengalami gangguan.

Hal ini disampaikan oleh Dr. Nadra Ideyani Vita, M.Si saat menjadi pemateri dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Etika Komunikasi Guru Terhadap Siswa dalam Proses Pembelajaran,” di Yayasan Kesatria Medan, Juma’t (06/01/2023)

Menurut Wakil Dekan 1 FISIP Universitas Medan Area tersebut, tenaga pendidik harus menjadi suri tauladan yang baik untuk ditiru, khususnya dalam hal berkomunikasi.

“Sehingga untuk mencapai keberhasilan belajar tersebut, guru perlu melakukan pendekatan kepada siswa sesuai dengan kondisi yang ada,” ujarnya di hadapan para peserta yang berprofesi sebagai guru.

Meski menurut Dosen Ilmu Komunikasi ini, etika komunikasi kerap kali berbenturan dengan latar belakang budaya, namun pengetahuan dan keterampilannya dapat dipelajari.

Anggota Tim PkM Khairullah, S.I.Kom, M.I.Kom menambahkan, etika komunikasi antara guru dan murid penting, karena akan memberikan dampak positif baik pada level pengetahuan, perasaan maupun perilaku peserta ajar.

Sudah banyak penelitian yang membahas terkait dengan komunikasi guru dengan siswa

“Baik itu dari sudut pandang keguruan, agama maupun komunikasi, yang pada intinya menekankan empat sifat yang wajib dimiliki oleh pendidik, seperti: jujur, interaktif, berintegritas dan cerdik. Hal ini sejalan dengan 4 sifat kenabian dalam perspektif ke-Islaman,” terang Khairullah.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh para guru dari Yayasan Perguruan Kesatria Medan. Mereka mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat.

“Kegiatan ini kembali mengingatkan kami para guru untuk terus berbahasa yang baik, dan tetap rendah hati dalam mengajar,” tandas Mulyadi, salah seorang guru dari Yayasan Perguruan Kesatria Medan.

Sumber: https://koalisi.co/etika-guru-dalam-berkomunikasi-penting/

Fisipol UMA Sukses Gelar Kuliah Umum PKKMB

MEDAN (Waspada): Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Medan Area (Fisipol UMA) sukses melaksanakan kuliah umum di gelanggang wisuda, kampus 1 Jalan Kolam Medan Estate, Sabtu (10/9). Sebanyak 243 mahasiswa baru (Maba) mengikuti kegiatan dalam rangkaian Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) ini.

Tampil sebagai pembicara utama Associate Professor Dr Nina Siti Salmiah Siregar, M.Si menyampaikan materi berjudul “Peran Moral Akademik untuk Pendidikan Sukses”. Hadir Dekan Fisipol UMA Associate Professor Dr Effiati Juliana Hasibuan, M.Si, Wakil Dekan I Dr Nadra Ideyani Vita, M.Si, Wakil Dekan III Dr Dedi Sahputra, MA.

juga hadir kepala program studi (Ka.Prodi) Ilmu Komunikasi Agnita Yolanda, B.Comm, M.Sc, Ka.Prodi Ilmu Administrasi Publik Khairunnisa Lubis, S.Sos, M.IPol, dan Ka.Prodi Ilmu Pemerintahan Dr Novita Wulandari, S.ST, M.Si, Sekretaris Prodi Ilmu Komunikasi Angga Tinova, S.IKom, M.IKom, dan Kepala Labolatoriun Ilmu Komunikasi Khairullah, S.IKom, M.IKom serta para dosen lainnya.

Dalam pemaparannya Assoc. Prof. Nina yang dipandu Dr Abdul Harris, S.Ag, M.Si mengatakan bahwa revolusi industri 4.0 merupakan revolusi digital yang bermakna revolusi komunikasi. “Ini berimplikasi pada perubahan pola berpikir dan bertindak yang lebih memanfaatkan teknologi, dgn pengenalan dan penguasaan internet of things,” ujarnya.

Karena itu sangat penting etika dalam era revolusi digital saat ini. Dia menjelaskan beberapa prinsip etika, yaitu keindahan (beauty), persamaan (equality), kebaikan (goodness), keadilan (justice), kebebasan (liberty), kebenaran (truth).

Menurutnya pendidikan moral sangat penting dibandingkan dengan pendidikan yang bersifat akademis. Ada empat alasan pentingnya pendidikan moral dibandingkan akademis. Pertama, pendidikan moral mencetak generasi muda yang tahu sopan santun; kedua, menciptakan generasi muda yang berkualitas; ketiga, membuat kita semua punya inisiatif berbuat baik; dan keempat, menjadi suri tauladan bagi orang lain.

“Berbuat baik itu terkadang tak mudah dilakukan. Banyak orang yang berpikir dua kali saat mereka akan berbuat baik. Namun, orang yang ingin dibantu terkadang hanya membutuhkan pertolongan di saat-saat tertentu,” sebutnya.

Namun, sambungnya, dengan menanamkan diri memiliki moral yang baik, maka ini akan memicu karakter inisiatif dalam diri generasi muda tersebut. Hasilnya mereka pun akan selalu ingin berbuat baik dimanapun dan kapanpun mereka berada. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, mereka tidak akan segan untuk langsung membantu.

Mahasiswa Baru

Sebelumnya saat pembukaan Dekan Fisipol UMA Assoc.Prof Dr Effiati Juliana Hasibuan, M.Si memperkenalkan para dosen dan fungsionaris Fisipol UMA. Dia menyampaikan bahwa Fisipol UMA siap menerima mahasiswa baru yang perkuliahan perdana akan dilaksanakan pada Senin, 12 September 2022.

“Selamat datang kepada para mahasiswa baru di kampus UMA Bestari bagi para mahasiswa baru dan selamat mengikuti jenjang pendidikan tinggi di Fisipol UMA kampus terbaik,” katanya.

Wakil Dekan I Dr Nadra Ideyani Vita, M.Si yang membidangi Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat memaparkan tentang hal-hal yang berkaitan dengan sistem akademik yang berlaku di UMA.

Sedangkan Dr Dedi Sahputra, MA selaku Wakil Dekan III bidang Inovasi, Kemahaiswaan dan Alumni membahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan beasiswa dan organisasi kemahasiswaan.

Selanjutnya ada juga penjelasan dari Perpustakaan UMA, Pusat Data dan Aplikasi Informasi UMA, serta penjelasan dari Bank Mandiri. (m05/A).

Sumber: https://waspada.id/medan/fisipol-uma-sukses-gelar-kuliah-umum-pkkmb/

Seminar Praktikum Prodi Ilmu Pemerintahan Fisipol UMA

Selain dihadiri para mahasiswa Fisipol UMA seminar ini juga dihadiri murid-murid SMA/SMK sekota Medan. Hadir Wakil Dekan 4 Fisipol UMA Dr DediSahputra, MA, Kepala Program Studi (Ka.Prodi) Ilmu Pemerintahan Khairunnisa Lubis, S.Sos, M.Ipol, Ka.Prodi Ilmu Komunikasi Fisipol UMA Agnita Yolanda, B.Comm, M.Sc, dan kepala lab Khairullah, S.I.K.

Dr Dedi Sahputra, MA dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan seperti seminar praktikum ini penting bagi pengayaan pengetahuan para mahasiswa dan murid-murid sekolah. Belajar sambil melakukan apa yang kita pelajari, menurutnya adalah metode yang cukup efektif dalam proses pembelajaran.

”Learning by doing, apalagi di masa Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sekarang ini yang sangat mementingkan output sebagai ukuran keberhasilan proses belajar mengajar, maka melakukan praktik dari teori yang dipelajari adalah sangat penting,” ujarnya.

Sementara Khairunnisa Lubis, S.Sos, M.Ipol mengucapkan selamat atas apa yang telah dilakukan oleh mahasiswa Ilmu Pemerintah yang telah menggelar acara ini. “Saya ucapkan terimakasih atas upaya para mahasiswa sekalian yang telah menggelar acara ini. Selamat seminar praktikum, semoga sukses,” sebutnya.

Narasumber dalam kegiatan ini diisi oleh mahasiswa Ilmu Pemerintahan yaitu Rizky Rianda Sembiring, Faizal Anwar Siregar, Dedi Setiawan, Benny Estrada dan Emaya Sinta. Seminar berlangsung dengan interaktif dengan diskusi dan pertanyaan dari salah satu siswa yang menjadi peserta seminar.

“Bagaimana sistem politik di Indonesia sehingga kita sebagai masyarakat harus ikut serta dalam orientasi politik,” tanya Adinda Sifa Turrahmah.

Para mahasiswa yang menjadi narasumber menjawab pertanyaan tersebut bahwasanya Indonesia menganut sistem politik pemerintahan presidensial dimana adanya pembagian kekuasaan yang pencapaiannya melalui sistem demokrasi.

Sehingga peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam penentuan siapa pemegang kekuasaan. “Maka jadilah pemilih pemula yang cerdas dan bijaksana,” katanya

Sumber: https://fisipol.uma.ac.id/seminar-praktikum-prodi-ilmu-pemerintahan-fisipol-uma/

Webinar FISIP UMA dengan Tema Mobile Photography Bertema Lingkungan Hidup

webinar-fisip-uma-dengan-tema-mobile-photography-bertema-lingkungan-hidup.webp

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Medan Area (UMA) sukses menggelar webinar fotografi “ Mobile Photography Bertema Lingkungan Hidup.

Kegiatan tersebut dilaksanakan, Jumat (22/07/2022), yang diikuti puluhan pelajar SMA/SMK/MA dengan menampilkan narasumber Ketua Harian Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI ) Fajar Saputra Ginting, SE.

Dekan FISIP UMA, Dr. Effiati Juliana Hasibuan sangat mengapresiasi kegiatan webinar fotografi. Bahkan Dr. Effiati berharap kegiatan yang sangat bermanfaat karena menambah pengetahuan dan keterampilan dapat terus berlanjut dengan lebih banyak lagi pesertanya.

“Kita tentunya berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dengan peserta yang lebih banyak lagi ke depannya, serta menyasar kalangan mahasiswa, khususnya dari Program Studi Ilmu Komunikasi,” tandasnya.

Dikatakannya kegiatan yang dilaksanakan FISIP UMA ini ditujukan kepada pelajar SMA sederajat khususnya yang baru lulus.

“Kegiatan ini memang menyasar peserta dari kalangan SMA/SMK/MA, yang baru lulus Tahun 2022. Tujuannya mulia agar siswa dapat memahami, bahwa fotografi adalah sebuah keterampilan yang teknis dan pengetahuannya dapat dipelajari. Jadi tidak sekadar jeprat-jepret atau cekrak-cekrek saja,” jelas Dr. Effiati Juliana Hasibuan.

Fajar Saputra Ginting, SE. dalam paparan materi, menjelaskan beberapa jenis komposisi dalam dunia fotografi, seperti: rule of third, framing, perspektif, simetris, leading in lines, repetition, frame in frame, dan sebagainya.

“Tujuan komposisi dalam fotografi jelas agar foto yang kita ambil lebih fokus pada objek, menambah nilai estetika pada objek, memaknai pesan pada objek, serta membuat perasaan orang nyaman dalam melihatnya,” terang Fajar.

Saat sesi tanya-jawab berlangsung, para peserta pun penuh gairah dalam mengajukan pertanyaan. Seperti Yunus Waruwu yang bertanya terkait pentingnya pencahayaan dalam fotografi; Khaisya yang bertanya terkait pentingnya simetris dalam fotografi; serta Benny, Farhan dan Santiria Br Hutauruk yang bertanya terkait pentingnya mengontrol shutter speed dalam fotografi.

Mobile Photography

Untuk pencahayaan sendiri, Fajar menjawab bahwa terdapat 2 jenis pencahayaan dalam fotografi. Yaitu cahaya alami (available light) dan cahaya buatan (artificial light). “Fotografi adalah teknik melukis dengan cahaya, maka pencahayaan merupakan unsur utama dalam fotografi. Tanpa cahaya maka fotografi tidak akan pernah ada. Cahaya juga dapat membentuk karakter pada sebuah foto. Dengan cahaya, dapat menentukan apakah sebuah foto itu baik atau tidak,” ujar Fajar.

Sedangkan, untuk masalah simetris dalam fotografi menjadi penting, karena menambahkan keseimbangan visual dan harmoni pada gambar. “Untuk shutter speed memang penting ya, supaya jumlah cahaya yang menimpa permukaan sensor gambar tetap konstan,” pungkasnya.

Fajar memandang keberadaan mobile photography sebagai bagian dari perkembangan teknologi yang harus dimanfaatkan dengan baik. “Sehingga kita dapat memotret dimana pun dan kapan pun. Namun demikian, tips dan triknya perlu kita pelajari,” katanya.

Ia memerinci tips dan trik tersebut, seperti: menjaga kebersihan lensa, mengambil sudut pandang yang berbeda, perhatikan dan gunakan fitur yang tersedia, namun tidak secara berlebihan.

Sumber: https://uma.ac.id/berita/webinar-fisip-uma-dengan-tema-mobile-photography-bertema-lingkungan-hidup

FISIP UMA Gelar Webinar bertema Good Environmental Governance in Indonesia

FISIM UMA Gelar Webinar bertema Good Environmental Governance in Indonesia

KOALISI.co – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Medan Area (UMA) menyelenggarakan webinar bertema Good Environmental Governance in Indonesia: Simbiosis Mutualisme Ekologi Pemerintahan dan Upaya Pelestarian Lingkungan, pada Jum’at 14 Januari 2022.

Webinar ini dihadiri langsung secara daring oleh Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B. Bus, M.Sc (Wakil Gubernur Jawa Timur), Prof. Dr. Ir. Agus Pakpahan (Peneliti Utama Kementerian Pertanian RI), dan Doni Latuparisa (Direktur Eksekutif WALHI Sumut) sebagai pembicara.

Wakil Gubernur Jawa Timur yang akrab disapa Emil Dardak menegaskan, bahwa pelestarian lingkungan jangan hanya di atas kertas! “Negara, pengusaha dan civitas akademika harus konsisten dalam upaya pelestarian lingkungan untuk menjamin kelangsungan hidup manusia,” ungkapnya.

Sementara itu, Peneliti Utama Kementan RI Agus Pakpahan menjelaskan, bahwa setiap pihak harus bersinergi dalam menjaga keutuhan lingkungan hidup berbasis regulasi, yang pro environmental health dan environmental quality. “Dalam rangka win-win solution, bukan win lose solution antara ekonomi dan lingkungan hidup,” terangnya.

Adapun Direktur Eksekutif WALHI Sumut, Doni Latuparisa mengingatkan, bahwa sikap pragmatisme dan oportunisme sesaat oleh oknum menyebabkan kerusakan lingkungan hidup dalam skala masif. Bahkan, memicu terjadinya bencana ekologis, serta konflik agraria yang tak berkesudahan.

“Ingat sandang pangan dan papan kita berasal dari hutan dan pohon yang kita tanam. Salam adil, lestari, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Ketua Pelaksana Acara Webinar ini, Khairullah mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk menumbuhkembangkan kesadaran pada para peserta. Baik itu dalam tataran makro maupun mikro.

Dalam skala makro, ia berharap kegiatan ini dapat menstimulasi lahirnya kebijakan-kebijakan pemerintah yang pro dan ramah lingkungan, serta dalam skala mikro, ia berharap dari kegiatan ini dapat memunculkan agen-agen perubahan baru yang berwawasan ekologis, yang juga turut serta dalam upaya melestarikan lingkungan.

“Webinar ini relevan dengan fenomena yang marak terjadi saat ini, seperti pembakaran hutan, penebangan pohon secara ilegal dan tanpa reboisasi, pencemaran lingkungan oleh sampah plastik, pembuangan limbah pabrik dan medis yang tidak sesuai dengan prosedur,” terangnya.

“Serta berbagai bentuk perusakan lainnya yang akan memberikan dampak negatif pada masa yang akan datang. Webinar ini sekaligus dalam rangka mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), khususnya pada sektor ramah lingkungan,” tutupnya

Sumber: https://koalisi.co/fisip-uma-gelar-webinar-bertema-good-environmental-governance-in-indonesia/

9 Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UMA Jadi Pengurus Aspikom Sumut 2022-2025

9 Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UMA Jadi Pengurus Aspikom ...

Sembilan Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Medan Area (Prodi Fisipol UMA) jadi susunan pengurus Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) Koordinator Wilayah Sumatera Utara Periode 2022-2025.

Para dosen UMA yang menjadi pengurus Aspikom tersebut yakni Dr Effiati Juliana Hasibuan, M.Si dan Dr Nina Siti Salmaniah Siregar, M.Si selaku Dewan Pakar; Agnita Yolanda, B.Comm, M.Sc, CPSP selaku Wakil Ketua; Rehia Barus, S.Sos, M.I.Kom selaku Wakil Bendahara; Dr Dedi Sahputra, MA dan Dr Abdul Haris, MA selaku Anggota Organisasi dan Keanggotaan; serta Angga Tinova Yudha, S.Sos, M.I.Kom dan Khairullah, S.I.Kom selaku Anggota Kurikulum dan Pembelajaran; juga Dr. Selamat Riadi, S.E, M.I.Kom selaku Anggota Penelitian dan Pengembangan.

Semangat Kolaborasi Dalam Akreditasi

Wakil Ketua II Aspikom Pusat Wilayah Sumatera, Dra Dewi Kurniawati, M.Si, Ph.D mengatakan acara pelantikan ini juga sekaligus sebagai ajang bersilaturahmi. Selain itu, ia juga mengajak seluruh Dosen Ilmu Komunikasi untuk bahu-membahu dalam menuju akreditas unggul.

“Kaprodi tidak bisa bekerja sendiri dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam rangka menuju akreditas unggul. Harus banyak berdiskusi. Oleh karena itu, Aspikom dapat menjadi wadah bagi kemajuan insan komunikasi,” ujarnya dalam kata sambutannya.

Dewi merinci salah satu hal yang dapat Aspikom lakukan ke depannya yaitu dengan banyak menghasilkan publikasi karya ilmiah. Baik itu dalam skala nasional maupun internasional yang terindeks Scopus. “Sarpras (sarana dan prasarana) tidak menentukan kualitas suatu universitas, melainkan penelitian jurnal dan kolaborasi. Semangat yok kita sama-sama,” ungkapnya.

Ketua Dewan Pakar Prof Dr Humaizi, MA juga mengucapkan selamat atas pelantikan Aspikom Korwil Sumut periode 2022-2025. Ia berpesan kesuksesan sebuah organisasi itu diukur dengan banyaknya kegiatan dan pengurusnya yang solid. ” Aspikom itu lebih mandiri secara pendanaan, karena itu tidak boleh mati duri,” tegasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Rektor Universitas Dharma Agung, Dr Irene Silviani, M.SP, Ketua Program Studi Magister dan Doktor Fisip USU, Dr Iskandar Zulkarnain, M.Si; Pers Mahasiswa PIJAR, USU Media, dan USU TV.

Prodi Yang Dinamis

Dra Mazdalifah, M.Si, Ph.D selaku Ketua Umum Aspikom Korwil Sumut 2022-2025 mengatakan, salah satu visi dari organisasi ini adalah terwujudnya kemitraan antar pengelola program studi yang profesional dan bertanggungjawab dalam mencapai pendidikan Komunikasi di Indonesia yang berkualitas. Karena itu, tambahnya, perlu diwujudkan dengan salah satu misi, yaitu dengan membangun jaringan yang dinamis antar anggota untuk mendorong anggota memberikan kontribusinya.

“Hal ini sangat penting, karena kita sama-sama memahami, bahwa Program Studi Ilmu Komunikasi sangat dinamis. Apalagi didukung dengan teknologi dan kemitraan. Untuk itu, pada masa pengurusan ini, kita akan mengaktifkan pertemuan antarprodi minimal 4 bulan sekali. Pada tahun ini, tepatnya akan dilaksanakan pasca Lebaran Idul Fitri pas dengan momen halal bi halal,” jelasnya.

Mazdalifah mengingatkan, bahwa Aspikom adalah rumah bagi seluruh insan komunikasi untuk saling bertukar informasi terkait proses pembelajaran. “Bisa saling bertukar informasi dengan baik terkait dengan PKL dan sebagainya. Saling memanfaatkan untuk kebaikan dan saling maju. Harus bergaul,” ucapnya.

Kegiatan yang berlangsung pada hari ini, juga diselingi temu-ramah dengan pengurus Aspikom demisioner, dan seluruh Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi seluruh Sumut. Balik itu dari USU, UMA, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UISU), Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIK-P), Universitas Sari Mutiara (USM), dan Universitas Dharma Agung (UDA), serta Universitas Dharmawangsa.

Sumber: https://pkk.uma.ac.id/2023/01/24/9-dosen-prodi-ilmu-komunikasi-uma-jadi-pengurus-aspikom-sumut-2022-2025/

 

Dekan FISIP UMA Lantik Fungsionaris Periode 2021-2023

Dekan FISIP UMA Dr. Effiati Juliana Hasibuan, M.Si dan Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Ir. Siti Mardiana MSi para wakil dekan, ketua dan sekretaris prodi, kepala laboratorium serta ketua gugus jaminan kendali mutu dan dosen di lingkungan FISIP UMA, berfoto bersama usai pelantikan, Kamis.(16/12/2021) di fakultas setempat.

Medan, rekatamedia.com– Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Medan Area (UMA) Dr. Effiati Juliana Hasibuan, MSi melantik para fungsionaris terdiri para wakil dekan, ketua dan sekretaris program studi (prodi), ketua gugus jaminan dan kendali mutu serta kepala laboratorium, Kamis (16/12/2021) pagi.

Pelantikan yang berlangsung di ruang serbaguna lantai II FISIP UMA Jalan Kolam Medan Estate itu, disaksikan Rektor UMA diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Ir. Siti Mardiana MSi.

Para fungsionaris FISIP UMA yang dilantik yakni Dr. Nadra Ideyani Vita M.Si sebagai Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat merangkap Ketua Gugus Jaminan Mutu, Dr Dedi Sahputra, MA sebagai Wakil Dekan Bidang Kerjasama dan Sistem Informasi, Dr Ressi Dwiana, M.Si sebagai Wakil Dekan Bidang Inovasi, Kemahasiswaan dan Alumni.

Kemudian Khairunnisah Lubis, S.Sos, M. I.Pol sebagai Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, Khairullah S.I.K sebagai Kepala Laboratorium Ilmu Pemerintahan merangkap Kepala Laboratorium Administrasi Publik, Nadia Amelia Poloan, S.I.Kom, M.I.Kom sebagai Ketua Gugus Kendali Mutu Program Studi Ilmu Pemerintahan, Nasrullah Hidayat, S.Pd, M.Sc sebagai Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Publik, Marlina Deliana, A.AB, M.AB sebagai Sekretaris Program Studi Ilmu Administrasi Publik.

Selanjutnya, Agnita Yolanda, B.Comm, M.Sc, CPSP sebagai Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Angga Tinova Yuda, S.I.Kom, M.I.Kom sebagai Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi merangkap Ketua Gugus Kendali Mutu Program Studi Ilmu Komunikasi, dan Raisha Annisa Hutapea, S.Sos, M.I.Kom sebagai Kepala Laboratorium Ilmu Komunikasi.

Dekan FISIP UMA Dr. Effiati Juliana Hasibuan, MSi dalam kata sambutannya berharap, baik fungsionaris lama maupun fungsionaris baru tetap bekerjasama dengan fakultas, apalagi FISIP UMA terkenal dengan rasa kekeluargaannya yang tinggi.

“Di FISIP UMA ini ada Jumat Barokah yang digagas Prof Arif Nasution saat menjabat dekan. Kemudian dilanjutkan oleh Bapak Dr. Heri Kusmanto, dekan berikutnya. Hal-hal yang baik sebelumnya akan kita teruskan untuk mendorong kemajuan FISIP UMA,” kata Effiati.

Dekan menambahkan, tugas-tugas fungsionaris baru ke depan meningkatkan kerjasama, berjalan bersama melaksanakan program-program yang telah digariskan oleh universitas dan fakultas.

Effiati Hasibuan kemudian mengingatkan kepada fungsionaris yang baru dilantik tentang pesan Rektor UMA Prof Dadan Ramdan, agar seluruh jajaran UMA tetap menomorsatukan pelayanan kepada mahasiswa. Namun pelayanan yang diberikan tetap sesuai dengan prosedur yang ada. Karena UMA tetap mengutamakan kualitas.

“Juga ada tugas lama yang diemban fungsionaris baru. Yaitu mempertahankan dua prodi yang telah terakreditasi A (Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi). Kemudian meningkatkan akreditasi Prodi Ilmu Pemerintahan dan menambah jumlah mahasiswanya,” kata Effiati.

Dekan juga menekankan, bahwa kerja itu ibadah, dan jabatan itu amanah.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Ir. Siti Mardiana MSi dalam sambutannya mengingatkan, bahwa tugas berat fungsionaris baru adalah mempertahankan dua prodi telah terakreditasi A. Karena mempertahankan lebih sulit daripada merebut.

“Karenanya, semua harus kompak. Fungsionaris lama tetap membantu fungsionaris baru,” harapnya.

Sumber: https://www.rekatamedia.com/berita/2021/12/16/dekan-fisip-uma-lantik-fungsionaris-periode-2021-2023/

Bahagia di Dunia dan Akhirat

Menurutku, puasa bangsa ini yang paling besar adalah melawan hawa nafsu untuk mencela, dan mengujar kebencian yang tentunya berujung pada perpecahan dan keruntuhan. Padahal, hampir rata-rata tujuan utama kita hidup di muka bumi ini adalah sama, yakni: bahagia di dunia, dan bahagia pula di akhirat.

Kebahagiaan dan ketenteraman itu pun berbeda-beda penafsiran orang serta bentuknya. Sehingga tidak ada pasal, untuk berbahagia di atas penderitaan orang lain. Terlebih lagi, memaksakan kehendak kita kepada orang banyak. Oleh karena itu, puasa tahun ini kembali mengajarkan kita untuk lebih banyak menahan diri. Termasuk dari kegabutan yang tidak perlu itu.

Lebaran Ini Pengen Mudik

Mungkin.. sudah 2 tahun lamanya aku tidak pulang kampung. Tidak mudik. Tidak melihat kondisi ibu secara langsung, yang kini hidup sendirian pasca meninggal bapak. Tidak lagi berkumpul dengan adik-adikku yang semakin besar. Yuli yang mau menikah, Dapit yang sebentar lagi tamat kuliah, dan Nanda yang sebentar lagi tamat pesantren. Jujur, aku rindu mereka. Siapa pula Abang yang tidak rindu adik-adiknya? Walaupun jika bertemu, selalu saja ribut-ribut sampai dengan berantam. Tapi mereka tetaplah adik-adik kecilku yang kusayangi, dan yang akan selalu kudukung kehendak bebas mereka.

Begitu pula dengan masakan Ibu.. Aku rindu setiap kali hari raya. Ibu bakal memasak makanan kesukaan kami dalam jumlah dan porsi besar. Lontong + rendang ataupun bakso + kuah sop. Jadi lucunya, setiap hari lebaran tiba adalah hari-hari dimana kami akan memakan lontong atau bakso mulai dari pagi, siang hingga malam. Bisa dibayangkan, bukan? Hahaha.

Semoga lebaran tahun ini aku, istriku dan anakku Qanita bisa pulang kampung. Melihat ibu, makan masakan ibu, serta berjumpa dengan adik-adikku. Ibu, doakan anakmu di perantauan ini diberi tetap kemudahan rezeki oleh Allah SWT, serta tentunya senantiasa diberikan kesehatan, sehingga kita dapat berkumpul kembali.

Semangat menjalankan ibadah puasanya ya Mak, Yuli, Dapit dan Nanda.. Salam dari kami di Medan 😀👨‍👩‍👧🖐

Usaha dan Doa

Tidak ada yang pernah menyangka.. akan menjadi apa kita kelak. Bahkan, kita tidak pernah tahu pasti, apakah gelar akademik yang kita peroleh saat ini akan berpengaruh positif pada pekerjaan kita di masa yang akan datang. Namun demikian, jangan lantas kita bermalas-malasan, sebab ‘usaha dan doa’ tetap menjadi determinan faktor dalam upaya pencapaian kesuksesan. [Selain daripada faktor orang dalam pastinya. Hahaha]. Tapi membaca, menulis dan berhitung memang harus menjadi kegemaran. Harus menjadi habitus dalam perilaku hidup seseorang sejak dini. Toh, kita tidak pernah tahu kapan harus menuai. Tetapi yang pasti.. “Barang siapa yang menanam, pasti akan memetik”. Walaupun kita sendiri tidak tahu kapan musim panen itu tiba. Seperti ramadhan, yang terus mengajak kita untuk memperbanyak deretan amal. Ya, amalan sebagai saham terbaik kita di kemudian hari. Semoga kita dapat terus menularkan kebaikan pada hari ke-2 di bulan puasa ini. Amin..