Menurutku, puasa bangsa ini yang paling besar adalah melawan hawa nafsu untuk mencela, dan mengujar kebencian yang tentunya berujung pada perpecahan dan keruntuhan. Padahal, hampir rata-rata tujuan utama kita hidup di muka bumi ini adalah sama, yakni: bahagia di dunia, dan bahagia pula di akhirat.
Kebahagiaan dan ketenteraman itu pun berbeda-beda penafsiran orang serta bentuknya. Sehingga tidak ada pasal, untuk berbahagia di atas penderitaan orang lain. Terlebih lagi, memaksakan kehendak kita kepada orang banyak. Oleh karena itu, puasa tahun ini kembali mengajarkan kita untuk lebih banyak menahan diri. Termasuk dari kegabutan yang tidak perlu itu.