Puasa adalah..

Puasa itu Allah sendiri yang menilainya. “Puasa untukKu, dan Aku yang akan membalasnya,” kata-Nya. Menggantikan tupoksi utama Malaikat Raqib dan Atit, yang sehari-hari bertugas mencatat amal baik dan buruk umat manusia. Mungkin ini yang menjadi salah satu penyebab, kenapa manusia di bumi berbondong-bondong ‘menjadi’ taat beribadah. Mungkin karena takut disidak mendadak oleh Tuhannya secara langsung. Mengecek tingkat ketaatan hamba-Nya. Kira-kira seperti bos atau kepala yang menginspeksi seluruh karyawannya secara tiba-tiba. Untuk mengukur efektivitas kinerja mereka.

Bulan ramadhan juga seperti the month of the game. Bulannya ujian umat muslim. Dalam menahan rasa lapar dan haus dari pagi hingga petang. Dalam menahan rasa lemas dan kantuk, karena mendirikan salat malam + sahur. Qiyamul lail seperti tarawih dan tadarus. Dalam menahan rasa marah dan hawa nafsu yang terkadang membuncah. Harus senantiasa tergantikan dengan 5S, yakni: Senyum, Sapa, Salam, Sabar dan Salat.

Pada akhirnya, puasa mengajarkan arti pentingnya kedisiplinan dalam hidup, dan tentunya lebih berempati antar sesama dalam hal kehidupan sosial bermasyarakat. Semoga di hari ke-3 bulan puasa ini. Kita tidak hanya menjadi hamba yang muslim. Melainkan terus meningkatkan diri menjadi muslim yang mukmin, mukhlis dan tentunya muttaqien. Kita pasti bisa!

Leave a Reply